Friday, September 28, 2012

New Page. New Life. New Story







’’Kayaknya kamu keseringan deh bikin blog!’’ Komentar adikku ‘Seven-Twelve’ ketika kuperlihatkan blog-ku yang (lagi-lagi) baru. Yeah... aku mungkin salah satu dari jutaan manusia yang sering membuat blog berkali-kali, kemudian meninggalkannya begitu saja dengan berbagai alasan, misalnya: kegiatan yang menumpuk, terlalu sibuk, laptop yang bermasalah atau jaringan internet yang kecepatannya bisa membuatmu gila.
Sayangnya ketika situasi mulai kondusif, ternyata aku harus menghadapi satu permasalahan yang tak kalah serius: aku lupa email, kadang akupun lupa password-nya dan pernah juga lupa keduanya sekaligus jangan tanya kenapa, please!)

’’Kamu enggak merasa bosan bikin blog terus? Kali ini urus blog-mu baik-baik supaya enggak perlu bikin blog baru lagi. Hapalkan email dan password-nya!’’ nasehat adikku dengan keprihatinannya yang dalam. Blog miliknya memang cukup terurus dengan baik, padahal ia jarang sekali berada di rumah atau bertemu dengan internet. Kami memang mempunyai beberapa hobi yang sama, salah satunya adalah menulis. And she writes so well.

Bagiku selain hobi, menulis adalah sebuah tuntutan dan kebutuhan. Aku paling suka menulis di Orgy-ku. (Aku lebih suka menyebutnya Organizer/Orgy daripada Diary). Apa yang kurasakan ketika aku bisa membaca tulisanku 10 tahun yang lalu? Menyenangkan. Apalagi biasanya isi orgy-ku bukan hanya sekedar tulisan. Aku mungkin tipe yang ekspresif hanya dalam tulisan. Jadi yah... orgy-ku penuh warna, gambar dan tempelan-tempelan.

Niatku membuat blog, mungkin tidak seluhur niat kebanyakan orang. Kutulis apa yang kumau berdasarkan apa yang telah kubaca, kualami, kurasakan, dan artikel yang kuangap bermanfaat lainnya.

Tahu tidak alasan utama aku bikin blog?
Pastinya kau tahu pepatah “Gajah mati meninggalkan gading. Harimau mati meninggalkan belang” dan sebagai lanjutannya adalah “Aku mati meninggalkan Blog”. Okay, I know it’s not funny at all, and who says that I’am joking? I mean it.

Motivasi terbesarku kali ini adalah kuharap suatu saat anakku bisa membaca blog-ku. Makanya, aku harus bisa melakukan hal-hal yang baik dan benar dengan blog-ku.
Sebenarnya, niatku yang luhur itu karna terinspirasi Mom. Yeah... Like mother like daughter. Mom gemar sekali menulis. Artikel dan klipping yang Mom buat bahkan masih ada sampai sekarang. Isinya tentang rumah tangga, kesehatan, wanita, anak dan lainnya. Bangga rasanya mengetahui bahwa ibuku benar-benar mempersiapkan dirinya untuk generasinya, aku pun mau seperti Mom J
Dan aku suka sekali membaca buku harian Mom, buku itu bahkan berusia lebih tua dariku. Buku yang bisa membuatku tersenyum dan terharu, apalagi ketika aku membaca buku harian Mom yang menceritakan masa-masa kehamilannya (saat mengandungku) tanpa didampingi suaminya si Pelaut itu (ayahku), seakan-akan aku bisa melihat langsung.
Jadi tidak heran bukan kalau aku juga berharap bahwa anakku suatu saat akan merasakan hal yang sama seperti yang kurasakan?

Jadi, mungkin blog ini hanya sebagai salah satu media penjaga catatan atau artikel yang kubuat. Sepertinya jika internet ada dari dulu, Mom akan menjadi Blogger yang oke.
(Kalau aku sih sebenarnya hanya mau jadi seorang Mom yang oke :D)
#FingersCrossed




0 comments:

Post a Comment

Friday, September 28, 2012

New Page. New Life. New Story







’’Kayaknya kamu keseringan deh bikin blog!’’ Komentar adikku ‘Seven-Twelve’ ketika kuperlihatkan blog-ku yang (lagi-lagi) baru. Yeah... aku mungkin salah satu dari jutaan manusia yang sering membuat blog berkali-kali, kemudian meninggalkannya begitu saja dengan berbagai alasan, misalnya: kegiatan yang menumpuk, terlalu sibuk, laptop yang bermasalah atau jaringan internet yang kecepatannya bisa membuatmu gila.
Sayangnya ketika situasi mulai kondusif, ternyata aku harus menghadapi satu permasalahan yang tak kalah serius: aku lupa email, kadang akupun lupa password-nya dan pernah juga lupa keduanya sekaligus jangan tanya kenapa, please!)

’’Kamu enggak merasa bosan bikin blog terus? Kali ini urus blog-mu baik-baik supaya enggak perlu bikin blog baru lagi. Hapalkan email dan password-nya!’’ nasehat adikku dengan keprihatinannya yang dalam. Blog miliknya memang cukup terurus dengan baik, padahal ia jarang sekali berada di rumah atau bertemu dengan internet. Kami memang mempunyai beberapa hobi yang sama, salah satunya adalah menulis. And she writes so well.

Bagiku selain hobi, menulis adalah sebuah tuntutan dan kebutuhan. Aku paling suka menulis di Orgy-ku. (Aku lebih suka menyebutnya Organizer/Orgy daripada Diary). Apa yang kurasakan ketika aku bisa membaca tulisanku 10 tahun yang lalu? Menyenangkan. Apalagi biasanya isi orgy-ku bukan hanya sekedar tulisan. Aku mungkin tipe yang ekspresif hanya dalam tulisan. Jadi yah... orgy-ku penuh warna, gambar dan tempelan-tempelan.

Niatku membuat blog, mungkin tidak seluhur niat kebanyakan orang. Kutulis apa yang kumau berdasarkan apa yang telah kubaca, kualami, kurasakan, dan artikel yang kuangap bermanfaat lainnya.

Tahu tidak alasan utama aku bikin blog?
Pastinya kau tahu pepatah “Gajah mati meninggalkan gading. Harimau mati meninggalkan belang” dan sebagai lanjutannya adalah “Aku mati meninggalkan Blog”. Okay, I know it’s not funny at all, and who says that I’am joking? I mean it.

Motivasi terbesarku kali ini adalah kuharap suatu saat anakku bisa membaca blog-ku. Makanya, aku harus bisa melakukan hal-hal yang baik dan benar dengan blog-ku.
Sebenarnya, niatku yang luhur itu karna terinspirasi Mom. Yeah... Like mother like daughter. Mom gemar sekali menulis. Artikel dan klipping yang Mom buat bahkan masih ada sampai sekarang. Isinya tentang rumah tangga, kesehatan, wanita, anak dan lainnya. Bangga rasanya mengetahui bahwa ibuku benar-benar mempersiapkan dirinya untuk generasinya, aku pun mau seperti Mom J
Dan aku suka sekali membaca buku harian Mom, buku itu bahkan berusia lebih tua dariku. Buku yang bisa membuatku tersenyum dan terharu, apalagi ketika aku membaca buku harian Mom yang menceritakan masa-masa kehamilannya (saat mengandungku) tanpa didampingi suaminya si Pelaut itu (ayahku), seakan-akan aku bisa melihat langsung.
Jadi tidak heran bukan kalau aku juga berharap bahwa anakku suatu saat akan merasakan hal yang sama seperti yang kurasakan?

Jadi, mungkin blog ini hanya sebagai salah satu media penjaga catatan atau artikel yang kubuat. Sepertinya jika internet ada dari dulu, Mom akan menjadi Blogger yang oke.
(Kalau aku sih sebenarnya hanya mau jadi seorang Mom yang oke :D)
#FingersCrossed




No comments:

Post a Comment