’’Kayaknya kamu keseringan deh bikin blog!’’ Komentar adikku ‘Seven-Twelve’
ketika kuperlihatkan blog-ku yang (lagi-lagi) baru. Yeah... aku mungkin salah
satu dari jutaan manusia yang sering membuat blog berkali-kali, kemudian
meninggalkannya begitu saja dengan berbagai alasan, misalnya: kegiatan yang
menumpuk, terlalu sibuk, laptop yang bermasalah atau jaringan internet yang
kecepatannya bisa membuatmu gila.
Sayangnya ketika situasi mulai kondusif, ternyata aku harus menghadapi
satu permasalahan yang tak kalah serius: aku lupa email, kadang akupun
lupa password-nya dan pernah juga lupa keduanya sekaligus jangan tanya
kenapa, please!)
’’Kamu enggak merasa bosan bikin blog terus? Kali ini urus blog-mu
baik-baik supaya enggak perlu bikin blog baru lagi. Hapalkan email
dan password-nya!’’ nasehat adikku dengan keprihatinannya yang dalam.
Blog miliknya memang cukup terurus dengan baik, padahal ia jarang sekali berada
di rumah atau bertemu dengan internet. Kami memang mempunyai beberapa hobi yang
sama, salah satunya adalah menulis. And she writes so well.
Bagiku selain hobi, menulis adalah sebuah tuntutan dan kebutuhan. Aku
paling suka menulis di Orgy-ku. (Aku lebih suka menyebutnya Organizer/Orgy
daripada Diary). Apa yang kurasakan ketika aku bisa membaca tulisanku 10
tahun yang lalu? Menyenangkan. Apalagi biasanya isi orgy-ku bukan hanya
sekedar tulisan. Aku mungkin tipe yang ekspresif hanya dalam tulisan. Jadi
yah... orgy-ku penuh warna, gambar dan tempelan-tempelan.
Niatku membuat blog, mungkin tidak seluhur niat kebanyakan orang. Kutulis apa yang kumau berdasarkan apa yang telah kubaca, kualami, kurasakan, dan artikel yang kuangap bermanfaat lainnya.
Tahu tidak alasan utama aku bikin
blog?
Pastinya kau tahu pepatah “Gajah
mati meninggalkan gading. Harimau mati meninggalkan belang” dan sebagai
lanjutannya adalah “Aku mati meninggalkan Blog”. Okay, I know it’s not funny at
all, and who says that I’am joking? I mean it.
Motivasi terbesarku kali ini
adalah kuharap suatu saat anakku bisa membaca blog-ku. Makanya, aku harus bisa
melakukan hal-hal yang baik dan benar dengan blog-ku.
Sebenarnya, niatku yang luhur itu
karna terinspirasi Mom. Yeah... Like mother like daughter. Mom gemar
sekali menulis. Artikel dan klipping yang Mom buat bahkan masih ada sampai sekarang. Isinya
tentang rumah tangga, kesehatan, wanita, anak dan lainnya. Bangga rasanya
mengetahui bahwa ibuku benar-benar mempersiapkan dirinya untuk generasinya, aku
pun mau seperti Mom J
Dan aku suka sekali membaca buku
harian Mom, buku itu bahkan berusia lebih tua dariku. Buku yang bisa membuatku
tersenyum dan terharu, apalagi ketika aku membaca buku harian Mom yang
menceritakan masa-masa kehamilannya (saat mengandungku) tanpa didampingi
suaminya si Pelaut itu (ayahku), seakan-akan aku bisa melihat langsung.
Jadi tidak heran bukan kalau aku juga berharap
bahwa anakku suatu saat akan merasakan hal yang sama seperti yang kurasakan?
Jadi, mungkin blog ini hanya sebagai salah satu media penjaga catatan
atau artikel yang kubuat. Sepertinya jika internet ada dari dulu, Mom akan
menjadi Blogger yang oke.
(Kalau aku sih sebenarnya hanya mau jadi seorang Mom yang oke :D)
#FingersCrossed



0 comments:
Post a Comment