Tuesday, October 9, 2012

The Real Archer



Robin Hood, Legolas, Green Arrow, Hawkeyes, Katniss Everdeen, Jake Sulivan....

Bisakah kau menyimpulkan satu kesamaan yang mereka miliki?
Yup, Archery. All they have is their bow and a dozen arrows.

Aku suka sekali melihat tokoh dengan keahlian panah-memanah, ia akan jadi sorotan utamaku.
Tokoh  pertama dengan senjata panah yang kukenal adalah Robin Hood. Waktu itu aku masih SD, lupa-lupa ingat bagaimana awal mulanya, yang jelas aku suka melihat jagoan berpakaian hijau dengan penutup kepala itu dengan gesit menyerang musuhnya dengan panah-panahnya. I found he was so cool when he was shooting his arrows to targets. Dia menolong dengan mencuri harta dari orang-orang kaya lalu menyerahkan hasil curiannya untuk menolong orang miskin. (Umm...well... kalau dipikir-pikir, dari prosesnya juga sudah salah. Awalnya orang mungkin bisa saja terpesona dengan pengobanannya untuk mencuri yang hukum asalnya adalah dilarang alias dosa. Tapi dengan ujng-ujungnya bahwa harta hasil curiannya tersebut ia serahkan semua kepada orang yang butuh bantuan. Maka orang-orang pun menyebutnya pahlawan).

And then, i knew another hero  with the arrows and bow: Legolas Greenleaf, the elvish prince of Mirkwood.  He’s so epic. Aku tidak pernah menemukan jagon selain Legolas yang rambutnya selalu tertata rapi. Legolas doesn't need to care about his hair because it never gets messed up!

Green Arrow aka. Oliver Quinn adalah seorang pengusaha kaya raya yang rela mengorbankan harta dan jiwanya untuk menolong sesama.  Tak jauh beda dengan Hawkeye. Mereka berdua menggunakan teknologi canggih untuk senjata-senjata mereka.

Itu adalah dekripsi para jagoan dengan panah yang sempat kuidolakan. Ofcourse i knew more about them.
Hanya saja, jujur kuakui bahwa sebagai seorang Muslimah aku merasa malu akan pengetahuanku yang ketinggalan tentang Pahlawan Muslim bernama  Sa’ad bin Abi Waqqash. Sempat terlintas di benakku pertanyaan seperti ini, ‘Hello...kemana saja aku selama ini?’
Walaupun demikian, aku masih harus bersyukur kepada Allah, alhamdulillah bahwa aku diberi hidayah dan kesempatan untuk mengetahui kisah-kisah para Sahabat Rasulullah. Karena mereka adalah Pahlawan yang Nyata, yang berjuang demi membela Islam bersama Rasulullah. Yup. Sebagai seorang muslim, sudah seharusnya aku mengenal Sa’ad lebih baik dari pada Para Pemanah Fiksi tersebut.

Sa’ad bin Abi Waqqash adalah orang ketiga yang paling dulu masuk Islam, dan orang pertama yang memanah musuh di jalan Allah. Sa’ad adalah tokoh yang nyata. Dan bahkan ketika aku membaca kisahnya untuk yang kesekian kali pun, mataku tetap berkaca-kaca juga sesekali merinding. Itu merupakan perasaan campur aduk antara “Alhamdulillah aku tahu kisah tentang perjuangan dalam membela Agama Allah”.  Efek/sensasi saat membaca kisah fiksi dan nyata pastilah berbeda, siapapun pasti pernah merasakannya.


Maka dari itu aku akan post-kan kisah tentang Sa’ad bin Abi Waqash pada post selanjutnya. Aku meng-copy-paste-nya dari website www.kisahmuslim.com

Di website itu terdapat banyak kisah muslim yang bisa kita baca. Aku bahkan sering meng-print-nya untuk kemudian kubacakan kisah-kisah tersebut pada adikku, terutama sebelum ia tidur. Biasanya kubaca setelah kami berdoa/berdzikir sebelum tidur, untuk menghindari adikku yang terlanjur ketiduran sebelum aku selesai membaca.

PS: Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali

0 comments:

Post a Comment

Tuesday, October 9, 2012

The Real Archer



Robin Hood, Legolas, Green Arrow, Hawkeyes, Katniss Everdeen, Jake Sulivan....

Bisakah kau menyimpulkan satu kesamaan yang mereka miliki?
Yup, Archery. All they have is their bow and a dozen arrows.

Aku suka sekali melihat tokoh dengan keahlian panah-memanah, ia akan jadi sorotan utamaku.
Tokoh  pertama dengan senjata panah yang kukenal adalah Robin Hood. Waktu itu aku masih SD, lupa-lupa ingat bagaimana awal mulanya, yang jelas aku suka melihat jagoan berpakaian hijau dengan penutup kepala itu dengan gesit menyerang musuhnya dengan panah-panahnya. I found he was so cool when he was shooting his arrows to targets. Dia menolong dengan mencuri harta dari orang-orang kaya lalu menyerahkan hasil curiannya untuk menolong orang miskin. (Umm...well... kalau dipikir-pikir, dari prosesnya juga sudah salah. Awalnya orang mungkin bisa saja terpesona dengan pengobanannya untuk mencuri yang hukum asalnya adalah dilarang alias dosa. Tapi dengan ujng-ujungnya bahwa harta hasil curiannya tersebut ia serahkan semua kepada orang yang butuh bantuan. Maka orang-orang pun menyebutnya pahlawan).

And then, i knew another hero  with the arrows and bow: Legolas Greenleaf, the elvish prince of Mirkwood.  He’s so epic. Aku tidak pernah menemukan jagon selain Legolas yang rambutnya selalu tertata rapi. Legolas doesn't need to care about his hair because it never gets messed up!

Green Arrow aka. Oliver Quinn adalah seorang pengusaha kaya raya yang rela mengorbankan harta dan jiwanya untuk menolong sesama.  Tak jauh beda dengan Hawkeye. Mereka berdua menggunakan teknologi canggih untuk senjata-senjata mereka.

Itu adalah dekripsi para jagoan dengan panah yang sempat kuidolakan. Ofcourse i knew more about them.
Hanya saja, jujur kuakui bahwa sebagai seorang Muslimah aku merasa malu akan pengetahuanku yang ketinggalan tentang Pahlawan Muslim bernama  Sa’ad bin Abi Waqqash. Sempat terlintas di benakku pertanyaan seperti ini, ‘Hello...kemana saja aku selama ini?’
Walaupun demikian, aku masih harus bersyukur kepada Allah, alhamdulillah bahwa aku diberi hidayah dan kesempatan untuk mengetahui kisah-kisah para Sahabat Rasulullah. Karena mereka adalah Pahlawan yang Nyata, yang berjuang demi membela Islam bersama Rasulullah. Yup. Sebagai seorang muslim, sudah seharusnya aku mengenal Sa’ad lebih baik dari pada Para Pemanah Fiksi tersebut.

Sa’ad bin Abi Waqqash adalah orang ketiga yang paling dulu masuk Islam, dan orang pertama yang memanah musuh di jalan Allah. Sa’ad adalah tokoh yang nyata. Dan bahkan ketika aku membaca kisahnya untuk yang kesekian kali pun, mataku tetap berkaca-kaca juga sesekali merinding. Itu merupakan perasaan campur aduk antara “Alhamdulillah aku tahu kisah tentang perjuangan dalam membela Agama Allah”.  Efek/sensasi saat membaca kisah fiksi dan nyata pastilah berbeda, siapapun pasti pernah merasakannya.


Maka dari itu aku akan post-kan kisah tentang Sa’ad bin Abi Waqash pada post selanjutnya. Aku meng-copy-paste-nya dari website www.kisahmuslim.com

Di website itu terdapat banyak kisah muslim yang bisa kita baca. Aku bahkan sering meng-print-nya untuk kemudian kubacakan kisah-kisah tersebut pada adikku, terutama sebelum ia tidur. Biasanya kubaca setelah kami berdoa/berdzikir sebelum tidur, untuk menghindari adikku yang terlanjur ketiduran sebelum aku selesai membaca.

PS: Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali

No comments:

Post a Comment