Tuesday, October 16, 2012

Fingers Crossed



Dearest M...
Seperti yang kau tahu, aku telah berjanji pada diriku sendiri akan disiplin menulis blog. Rasanyanya seperti dicibir oleh tanggal yang tertera pada postingan blog terakhirku ketika ku membacanya. Haha...

Kuakui bahwa menulis blog setiap hari bukanlah hal yang mudah, apalagi hal itu bergantung pada kesibukan dan mood-ku. Kursus menjahit, mendampingi Sansan belajar selama ia UTS, ke Rumah Sakit, membaca buku atau artikel, menulis kembali catatan kajian, mendata koleksi buku dan majalah, mengerjakan pesanan payet maple-leaf Lady, membuat gantungan kunci dan mousepad Ultramen yang Tiz pesan, dompet HP, Afternoon Cardio, pekerjaan rumah tangga, “Me Time”, dan kegiatan tak terduga lainnya.

Aku bahkan sempat mengorbankan waktu tidur agar bisa mengerjakan semuanya. Tidur pukul 1 dini hari lalu bangun pukul 4, yeah... untuk 1 atau 2 hari sih oke. Sayangnya tubuhku tidak lagi seperti dulu. Maksudku, aku sudah terbiasa dengan pola dan kegiatan manusia normal (dibaca: sehat), bukannya nocturnal seperti jaman kuliah dulu. Dan tentu saja aku tidak mau meneruskan cara hidup kelelawar itu :D

Cara hidup seperti itu memang kurang baik dan kurang sehat. Aku bisa melihatnya melalui kulit wajahku jika aku mulai tidak disiplin dengan gaya hidup sehat (kurang tidur, minum kopi, kurang minum, terlalu banyak konsumsi makanan pedas, kurang sayur dll).

Jadi intinya: harus bisa memanajemen waktu dengan baik, memprioritaskan hal yang paling utama. Kendalanya: aku harus bisa melawan mood supaya tidak subjektif dalam memilih prioritas :D

Oleh karena itu, setelah kuurutkan daftar prioritas dari yang terpenting, dengan berbagai pertimbangan kuputuskan bahwa blogging ada di barisan bawah (namun bukan yang terbawah). Yeah...walaupun selalu banyak ide tulisan yang bermunculan di kepala. Sebagian lain sudah kuketik di Quick Office ponsel, sebagian lagi di laptop, sebagian lagi di jurnal harianku dan sebagian lainnya masih tersimpan rapih di kepalaku. (Hmmmm... Terlalu banyak yang kumau dan kurencanakan di kepalaku, apa kau juga melakukannya?)

Intinya sih, aku harus tetap menulis. Di mana pun dan kapanpun aku sempat.
Dan bagiku menulis blog bukan hal yang sulit namun tidak juga mudah. Seseorang pernah memintaku untuk membuat blog serta berpesan, “Dengan hobi menulismu, maka tulislah hal-hal yang bermarfaat untukmu juga pembacamu. Jadi, jangan sia-siakan passionmu!”

“Okay! I’ll try my best.”

Try my best di atas berarti:
*   Tulisanku harus bersifat baik dan bermanfaat.
*   Tulisanku sesuai dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar, maksudku di sini adalah tidak menggunakan bahasa Alay. Aku bahkan memerlukan waktu lebih dari 5 menit untuk merangkai 5 kalimat dalam bahasa dan tulisan Alay. Terbayang tidak? Apa kau mau menghabiskan umurmu dengan merangkai bahasa aneh itu? Hehe...
*   Tulisanku bukan tulisan fiktif, misalnya: cerpen, novel dan sejenisnya.

In the end, just like always... I yell myself:
“Fingers Crossed, Key!!!”

0 comments:

Post a Comment

Tuesday, October 16, 2012

Fingers Crossed



Dearest M...
Seperti yang kau tahu, aku telah berjanji pada diriku sendiri akan disiplin menulis blog. Rasanyanya seperti dicibir oleh tanggal yang tertera pada postingan blog terakhirku ketika ku membacanya. Haha...

Kuakui bahwa menulis blog setiap hari bukanlah hal yang mudah, apalagi hal itu bergantung pada kesibukan dan mood-ku. Kursus menjahit, mendampingi Sansan belajar selama ia UTS, ke Rumah Sakit, membaca buku atau artikel, menulis kembali catatan kajian, mendata koleksi buku dan majalah, mengerjakan pesanan payet maple-leaf Lady, membuat gantungan kunci dan mousepad Ultramen yang Tiz pesan, dompet HP, Afternoon Cardio, pekerjaan rumah tangga, “Me Time”, dan kegiatan tak terduga lainnya.

Aku bahkan sempat mengorbankan waktu tidur agar bisa mengerjakan semuanya. Tidur pukul 1 dini hari lalu bangun pukul 4, yeah... untuk 1 atau 2 hari sih oke. Sayangnya tubuhku tidak lagi seperti dulu. Maksudku, aku sudah terbiasa dengan pola dan kegiatan manusia normal (dibaca: sehat), bukannya nocturnal seperti jaman kuliah dulu. Dan tentu saja aku tidak mau meneruskan cara hidup kelelawar itu :D

Cara hidup seperti itu memang kurang baik dan kurang sehat. Aku bisa melihatnya melalui kulit wajahku jika aku mulai tidak disiplin dengan gaya hidup sehat (kurang tidur, minum kopi, kurang minum, terlalu banyak konsumsi makanan pedas, kurang sayur dll).

Jadi intinya: harus bisa memanajemen waktu dengan baik, memprioritaskan hal yang paling utama. Kendalanya: aku harus bisa melawan mood supaya tidak subjektif dalam memilih prioritas :D

Oleh karena itu, setelah kuurutkan daftar prioritas dari yang terpenting, dengan berbagai pertimbangan kuputuskan bahwa blogging ada di barisan bawah (namun bukan yang terbawah). Yeah...walaupun selalu banyak ide tulisan yang bermunculan di kepala. Sebagian lain sudah kuketik di Quick Office ponsel, sebagian lagi di laptop, sebagian lagi di jurnal harianku dan sebagian lainnya masih tersimpan rapih di kepalaku. (Hmmmm... Terlalu banyak yang kumau dan kurencanakan di kepalaku, apa kau juga melakukannya?)

Intinya sih, aku harus tetap menulis. Di mana pun dan kapanpun aku sempat.
Dan bagiku menulis blog bukan hal yang sulit namun tidak juga mudah. Seseorang pernah memintaku untuk membuat blog serta berpesan, “Dengan hobi menulismu, maka tulislah hal-hal yang bermarfaat untukmu juga pembacamu. Jadi, jangan sia-siakan passionmu!”

“Okay! I’ll try my best.”

Try my best di atas berarti:
*   Tulisanku harus bersifat baik dan bermanfaat.
*   Tulisanku sesuai dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar, maksudku di sini adalah tidak menggunakan bahasa Alay. Aku bahkan memerlukan waktu lebih dari 5 menit untuk merangkai 5 kalimat dalam bahasa dan tulisan Alay. Terbayang tidak? Apa kau mau menghabiskan umurmu dengan merangkai bahasa aneh itu? Hehe...
*   Tulisanku bukan tulisan fiktif, misalnya: cerpen, novel dan sejenisnya.

In the end, just like always... I yell myself:
“Fingers Crossed, Key!!!”

No comments:

Post a Comment