Dearest M...
Seperti yang kau tahu, aku
telah berjanji pada diriku sendiri akan disiplin menulis blog. Rasanyanya seperti dicibir oleh tanggal yang
tertera pada postingan blog terakhirku ketika ku membacanya. Haha...
Kuakui
bahwa menulis blog setiap hari bukanlah hal yang mudah, apalagi hal itu bergantung
pada kesibukan dan mood-ku. Kursus menjahit, mendampingi Sansan belajar selama
ia UTS, ke Rumah Sakit, membaca buku atau artikel, menulis kembali catatan
kajian, mendata koleksi buku dan majalah, mengerjakan pesanan payet maple-leaf Lady,
membuat gantungan kunci dan mousepad Ultramen yang Tiz pesan, dompet HP, Afternoon Cardio,
pekerjaan rumah tangga, “Me Time”, dan kegiatan tak terduga lainnya.
Aku
bahkan sempat mengorbankan waktu tidur agar bisa mengerjakan semuanya. Tidur
pukul 1 dini hari lalu bangun pukul 4, yeah... untuk 1 atau 2 hari sih oke. Sayangnya
tubuhku tidak lagi seperti dulu. Maksudku, aku sudah terbiasa dengan pola dan
kegiatan manusia normal (dibaca: sehat), bukannya nocturnal seperti jaman
kuliah dulu. Dan tentu saja aku tidak mau meneruskan cara hidup kelelawar itu
:D
Cara
hidup seperti itu memang kurang baik dan kurang sehat. Aku bisa melihatnya
melalui kulit wajahku jika aku mulai tidak disiplin dengan gaya hidup sehat
(kurang tidur, minum kopi, kurang minum, terlalu banyak konsumsi makanan pedas,
kurang sayur dll).
Jadi
intinya: harus bisa memanajemen waktu dengan baik, memprioritaskan hal yang
paling utama. Kendalanya: aku harus bisa melawan mood supaya tidak subjektif
dalam memilih prioritas :D
Oleh
karena itu, setelah kuurutkan daftar prioritas dari yang terpenting, dengan
berbagai pertimbangan kuputuskan bahwa blogging ada di barisan bawah (namun
bukan yang terbawah). Yeah...walaupun selalu banyak ide tulisan yang
bermunculan di kepala. Sebagian lain sudah kuketik di Quick Office ponsel,
sebagian lagi di laptop, sebagian lagi di jurnal harianku dan sebagian lainnya
masih tersimpan rapih di kepalaku. (Hmmmm... Terlalu banyak yang kumau dan
kurencanakan di kepalaku, apa kau juga melakukannya?)
Intinya
sih, aku harus tetap menulis. Di mana pun dan kapanpun aku sempat.
Dan
bagiku menulis blog bukan hal yang sulit namun tidak juga mudah. Seseorang pernah
memintaku untuk membuat blog serta berpesan, “Dengan hobi menulismu, maka
tulislah hal-hal yang bermarfaat untukmu juga pembacamu. Jadi, jangan
sia-siakan passionmu!”
“Okay!
I’ll try my best.”
Try
my best di atas berarti:
In
the end, just like always... I yell myself:
“Fingers
Crossed, Key!!!”


0 comments:
Post a Comment